Gili Pasca Gempa kini sudah dikunjungi sekitar 1.500 Wisatawan

AyoKeLombok.com – Gili merupakan salah satu icon dari pariwisata di Lombok, dan bisa dijadikan barometer perkembangan pariwisata di Lombok dan saat ini pasca gempa Setidaknya 1.500 wisatawan tercatat telah mengunjungi Gili Matra (Meno, Air, dan Trawangan) pasca bencana gempabumi. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lombok Utara, H. Muhammad, Selasa (9/10).

“Per 1 September sudah mulai kedatangan tamu. Situasinya normal, ya sekitar 1.500 orang,” klaim Muhammad.

Menurutnya, stigma yang terbangun di tiga gili sendiri cukup bagus di kalangan wisatawan. Akibat bencana, rupanya wisatawan yang notabene mancanegara memaklumi kondisi tersebut. Sehingga saat kondisi destinasi wisata telah dianggap aman, maka tak dibutuhkan waktu lama bagi wisatawan memadati tiga pulau tersebut.

Akan tetapi untuk saat ini kebanyakan dari wisatawan yang berkunjung dari 3 Gili tersebut adalah wisatawan yang datang dari Bali menggunakan kapal cepat Fast Boat.

“Tiga fast boat besar dari Bali tetap bawa wisatawan. Ini berbeda saat seminggu setelah bencana. Kalau kemarin itu masih down,” kata dia.

“Kemarin saya ke Gili Meno juga, itu sama sudah mulai ramai,” imbuhnya.

Dijelaskannya, umumnya saat kondisi normal pariwisata tiga gili dihuni hingga 2.500 wisatawan bahkan lebih. Artinya, wisatawan yang datang sekarang belum sebanding seperti hari normal. sehingga butuh kunjungan sektiar 1.000 wisatawan lagi agar kondisi 3 gili tersebut kembali seperti normal seperti biasanya.

Untuk itu pihaknya telah mengambil ancang-ancang menggeliatkan promosi, yang implikasinya untuk meraup jumlah kunjungan sebanyak-banyaknya.

“Salah satunya untuk membantu, maka kita akan adakan even kegiatan di sana,” jelasnya.

Even yang dimaksud Muhammad yaitu akan digagas Festival Reggae tahun depan. Namun, khusus tahun ini even adat seperti ‘Gili Begawe’ tetap akan dilaksanakan.

Pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan pihak desa, untuk menyelenggarakan kegiatan tahunan tersebut.

“Ya rencananya Reggae itu tahun 2019, tapi kalau sekarang tetap seperti Gili Begawe. Kita akan bersurat ke desa untuk diadakan tahun ini,” tandasnya. (iko)

 

Sumber Kiknews.Today